Pagi itu suasana terlalu sunyi sepi, diluar yang tadinya hujan telah mulai reda. Dari jauh sayup-sayup kedengaran azan berkumandang memanggil dan mengingatkan insan dunia agar bangun menunaikan amanah dan berdoa kepadaNya. Sesekali angin menderu, daun nyiur pula melambai-lambai mengikut desiran angin pagi yang dingin. Burung-burung mula berkicauan melebarkan sayap terbang meninggalkan sarang.
Suasana pagi masih sepi, kelihatan seorang ayah agak gelisah di serambi rumah sambil menatap wajah putera puterinya yang sedang lena dibuai mimpi indah. Seorang ibu pula sedang bertarung nyawa antara hidup dan mati di dalam bilik yang sederhana besar. Tiba-tiba kedengaran tangisan seorang bayi berulang kali. Si ayah yang tadinya gelisah, menadah tangan bersyukur kepada Ilahi...... terpancar cahaya kegembiraan di wajahnya. Si ibu pula tersenyum kepuasan...... mengalir air mata terima kasih kepadaNya apabila menatap wajah comel bayi keempatnya.........
Saat itu...... waktu sesudah Subuh pada tanggal 21 Februari .... aku dilahirkan.........
